Registrasi/Pendaftaran Ulang Mahasiswa Lama

      Uraian kegiatan

    Ganjil 2016    Genap 2016
Penyerahan SK Penunjukan Staf Pengajar ke Universitas 16 Mei 2016 19 Desember 2016
Up-Load Jadwal Perkuliahan ke Portal 27 Mei 2016 2 Januari 2017
Entri Kartu Rencana Studi (KRS) dan Konsultasi dengan Penasehat Akademik (PA) 6 Juli - 18 Agustus 2016 4 - 27 Januari 2017
Pembayaran Uang Kuliah Reguler/ Skripsi / TA 6 Juli - 18 Agustus 2016 4 - 27 Januari 2017
Pengajuan Berhenti Studi Sementara (BSS), Aktif Kuliah 6 Juli - 18 Agustus 2016 4 - 27 Januari 2017
Batas akhir Pindah/Transfer dalam lingkungan, dari dalam dan luar universitas Bung Hatta 6 Juli - 18 Agustus 2016 4 - 27 Januari 2017

 Proses Pembelajaran

     
Perkuliahan dan praktikum tahap I (pertama) dimulai 22 Agustus - 7 Oktober 2016  30 Januari - 17 Maret 2017
Ujian Tengah emester (UTS) 10 - 14 Oktober 2016 20 - 24 Maret 2017
Perkuliahan dan praktikum tahap II (dua) dimulai 17 Oktober - 9 Desember 2016 27 Maret 2017 - 19 Mei 2017
Minggu Tenang 13 - 16 Desember 2016 22 - 26 Mei 2017
Ujian Akhir Semester (UAS) 19 - 30 Desember 2016 29 Mei - 9 Juni 2017
Batas akhir entri nilai dosen pengampu matakuliah ke Portal 7 Januari 2016 16 Juni 2017

Proses Wisuda

     
Batas akhir sidang Skripsi/Tugas Akhir untuk wisuda ke 67 & 67 untuk Strata Satu (S-1) & (D-3) 14 Januari 2017 23 Juni 2017
Batas akhir sidang Skripsi/Tugas Akhir untuk wisuda ke 66 & 67 untuk S-2, PPKHB & Kelas Mandiri 14 Januari 2017 23 Juni 2017
Batas akhir penyerahan rekap wisuda dari fakultas ke universitas 27 Januari 2017 7 Juli 2017
Batas akhir pendaftaran wisuda ke Universitas 27 Januari 2017 7 Juli 2017
Wisuda ke 66 - 67 25 Februari 2017 12 Agustus 2017

 Kegiatan lain-lain

     
Libur Semester 2 - 20 Januari 2017 19 Juni - 4 Agustus 2017
Dies Natalis ke 36 - 20 April 2017
PKKMB 18 - 20 Agustus 2016 -

 

 

SEKILAS TENTANG SEJARAH DAN PERKEMBANGAN UNIVERSITAS BUNG HATTA



Universitas Bung Hatta didirikan pada tanggal 20 April 1981, berangkat dari gagasan untuk ikut menyukseskan sektor pendidikan seperti yang tercantum dalam pasal 31(1) UUD 1945 dan GBHN, di samping terjadinya ketimpangan perbandingan jumlah lulusan SLTA pada tahun 1980 dimana jumlah lulusan SLTA yang mampu ditampung pada perguruan tinggi negeri hanya 38%.

Atas prakarsa Pemerintah Daerah Tingkat II waktu itu Drs. H. Hasan Basri Durin sebagai Walikota Padang bersama tokoh-tokoh lainnya Drs. Adrin Kahar Ph.D (Hon), Drs. H Zuiyen Rais, M.S., Masri Usman, S.H., Prof. Dr. Alfian Lains, S.E.,M.A., Prof. Dr. Jakub Isman, M. Zen Jamil, S.H., Prof. Drs. Mawardi Yunus, menyepakati untuk mendirikan sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Pendidikan Wawasan Nusantara (YPWN). Nama itu dipilih karena kata Wawasan Nusantara merupakan suatu kata yang bermakna sangat luas dan secara politis mengandung unsur pemersatu bangsa.

Secara historis, ide pemberian nama untuk perguruan tinggi ini dilontarkan oleh Anas, S.H. dengan nama lengkap Universitas Muhammad Hatta, yang akhirnya atas usulan Prof. Dr. Jakub Isman nama tersebut disepakati menjadi Universitas Bung Hatta. Kesepakatan pemberian nama ini dikonsultasikan oleh Drs. H. Hasan Basri
Durin kepada keluarga Bung Hatta di antaranya Ibu Rahmi Hatta, putri-putri, menantu dan sekretaris pribadi almarhum. Keluarga besar Bung Hatta tidak hanya sekedar memberi restu dan persetujuan tetapi turut serta memberikan dukungan materil dan moril dalam rangka persiapan penerimaan mahasiswa baru pertama dan peresmian Universitas Bung Hatta.

Menyandang nama besar Dr. Mohammad Hatta tidaklah ringan. Beliau, dengan panggilan akrab “Bung Hatta” adalah satu dari dua proklamator kemerdekaan Republik Indonesia yang dikenal sebagai pemimpin yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak dan berilmu tinggi, cinta kepada agamanya, berjiwa demokratis dan mempunyai dedikasi yang penuh untuk perjuangan bangsa dan kesatuan nusantara. Universitas ini diharap mampu mengemban misi pembangunan nasional sesuai dengan cita-cita beliau.

Pendirian Universitas Bung Hatta mendapat restu dan izin operasional dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia melalui Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah I dengan surat nomor 006/PD/Kop.I.1981 tanggal 20 April 1981, untuk (1) Fakultas Ekonomi, (2) Fakultas Hukum, (3) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, (4) Fakultas Perikanan, (5) Fakultas Sastra, dan (6) Fakultas Teknik. Fakultas Teknik Universitas Bung Hatta secara resmi dibuka tanggal 1 Desember 1981 yang merupakan pengintegrasian dari Sekolah Tinggi Teknik Sumatera Barat (STTSB) yang sebelumnya bernama Institut Teknologi Sumatera Barat (ITSB). Pada tahun 1982 dibuka Fakultas Perikanan sebagai pengganti Fakultas Pertanian yang tidak jadi dibuka. Pada tahun 1996, Fakultas Teknik dipecah menjadi dua yaitu Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) dan Fakultas Teknologi Industri (FTI). Pemecahan fakultas ini adalah untuk memudahkan pengelolaan dalam kelompok ilmu yang sama. Pada tahun 2004, Fakultas Sastra (FS) dirubah namanya menjadi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Fakultas Perikanan (FP) dirubah menjadi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Perubahan nama ini dimaksudkan untuk pengembangan fakultas dan program studi yang ada di masing-masing fakultas.

Pengumuman Seleksi Peksimida Tingkat Universitas Tahun 2016

Dalam rangka seleksi kegiatan Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Sumatera Barat tahun 2016 tingkat Universitas Bung Hatta, bersama ini disampaikan kepada mahasiswa yang memiliki berminat dan memiliki prestasi di bidang seni dapat mendaftar langsung ke Bagian Kemahasiswaan Universitas Bung Hatta di Lantai 1 Gedung E Rektorat Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta paling lambat 11 Juli 2016.

Blangko dan syaratnya dapat dibaca disini

 
30 September 2016

Ahli Linguistik Dari 20 Negara Berkumpul di Universitas Bung Hatta

Bunghatta.ac.id. Fakultas Ilmu Budaya Univeristas Bung Hatta menghadirkan 100 pemakalah dari 20 negara tentang ilmu linguistik dan ilmu bahasa dalam bentuk Konferensi Linguistik International (Free Linguistics Conference 2016) di Aula Balirung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Jumat, (30/09/2016).

Ketua Pelaksana Dr. Yusrita Yanti.,M.Hum menyebutkan Free Linguistics Conference (FLC) didirikan tahun 200 oleh Ahmad Mahbood, dosen senior di University of Sydney, tujuan konferensi linguisik gratis tersebut adalah untuk menyediakan forum yang dapat di ikuti oleh semua orang yang menekuni ilmu linguistik atau yang bekerja di bidang ilmu bahasa.

Ditambahkan Yusrita, FLC juga bekerjasama dengan banyak lembaga lain, Januari 2013 di sponsori the Lahore College for Women University, Pakistan di deklarasikan “Deklarasi Lahore” untuk Ilmu Bahasa dan Negara berkembang dan menetapkan agenda untuk penelitian berfokus pada perkembangan masalah linguistik di dunia.

“Pada FLC 2016 ini hadir peneliti dan ahli-ahli linguistik dari 20 negara antara lain dari Amerika, Thailand, Jepang, Philipina, Malaysia, Autralia, Inggris, Belanda, Jerman, China, Korea Selatan,Nigeria, Pakistan, Bangladesh, Ukhraine, Indonesia dan lain-lain”, jelas Yusrita Yanti

Ditempat yang sama, Rektor UBH Prof.Niki Lukviarman dalam sambutannya menyebutkan dengan berkumpulnya ahli-ahli linguistik dunia di Universitas Bung Hatta dalam sebuah konferensi, kita berharap makalah-makalah yang disajikan dari hasil-hasil penelitian mereka, akan menghasilkan konstribusi positif yang bermanfaat untuk perkembangan ilmu bahasa dan pengajaran bahasa dalam multi konteks sosial dan budaya.


Kegiatan FLC 2016 diawali dengan workshop, Kamis, (29/9) di Gedung Pascasarjana Universitas Bung Hatta dan saat konferensi akan tampil enam focus speaker, yakni Leslie Barratt dari Indiana State University, USA & Rajbhad Roi-Et University, Thailand, James D’Angelo, Chukyo University, Japan. Darek Irwin dari University of Nottingham, Malaysia Campus, Isabel Martin, Anteneo de Manila University, the Philipines. Tampil juga Harni Kartika Ningsih dari Unieversitas Indonesia, Yusrita Yanti dari Universitas Bung Hatta dan pemakalah tamu Edgar Scneider dari University of Regensburg, Germany.

“Semua tamu dan peserta, juga di jamu makan malam oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Auditorium Gubernur, Kamis malam, dan disuguhi kesenian daerah Minangkabau dan pastinya juga disuguhi dengan aneka kuliner asli daerah”, ulas Yusrita lagi.(*Indrawadi-Humas UBH)